5/16/13

Naik Pesawat? Siapa Takut!



Indonesia, as you know, adalah negara kepulauan yang besar. Dan pesawat terbang adalah moda transportasi paling efektif dan efisien untuk bepergian di Indonesia. Nah, berdasarkan pengalaman gue di lapangan sebagai orang yang bergerak di bidang travel agent, masih banyak orang yang menganggap naik pesawat itu sama kaya naik bis AKAP. :| Nah, gue mungkin bisa share beberapa tips atau etika yang berhubungan dengan penerbangan. :))

Nah, dimulai dari pre-flight ya. Buat order tiket pesawat itu sekarang udah gampang banget loh. Kalian bisa pesan via online, datang ke travel agent, atau datang langsung ke kantor airline yang kalian ingin pakai. Kalau online, kalian tinggal ikuti step yang ada, pilih mode pembayaran, bayar, dan tiket akan kalian terima via e-mail. Udah ga jaman yang namanya paper ticket. :p Kalo via travel agent & kantor airline, kalian tinggal datang, sebutkan rute yang ingin kalian tempuh, dan biarkan kami (para ticketing staff) bekerja. :D

Untuk pemilihan airline, banyak sekali airline yang ada di Indonesia. Sebut saja Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Merpati Nusantara, Indonesia AirAsia, dan lain-lain. Kalau kalian mementingkan layanan daripada harga, kalian bisa memilih Garuda Indonesia atau Batik Air yang merupakan full service airline. Kalau kalian ingin menghemat budget, kalian bisa memilih budget airline seperti Lion Air, Sriwijaya, atau AirAsia.

Kalian pasti ingin dapet tiket murah kan? Secara umum, tiket dengan harga palingmurah itu ada di jam keberangkatan paling pagi. Kenapa mahal? Karena kebanyakan orang Indonesia itu males buat bangun pagi. :p Ada beberapa trik untuk dapat tiket dengan harga murah. Yang pertama, pesan tiket secepat mungkin. Karena makin lama kalian menunda untuk memesan tiket, makin kecil peluang kalian buat dapet harga murah. FYI, di pesawat itu sebenernya terbagi ke beberapa sub-classes. Di kelas ekonomi aja ada V cls, B cls, L cls, dll. Nah, makin murah harga tiketnya, makin sedikit pula kapasitas seat-nya. Jadi, kalian harus berlomba dengan penumpang lain yang juga mengejar harga tiket murah.


Yang kedua, kalian bisa coba naik low-cost airline seperti AirAsia. Disana, kalian bisa memilih apa saja layanan yang kalian mau butuhkan. Seperti bagasi, di airline lain kalian akan dapat free baggage 20 kg, tapi di AirAsia kalian bisa memilih untuk ingin menambah biaya bagasi atau tidak. Standar free baggage di AirAsia itu adalah 7 kg bagasi kabin, yang berarti harus kalian bawa ke kabin pesawat. Yang terakhir, kalian bisa cari tau tentang promo tiket di beberapa situs internet. :D

Nah, sekarang masalah check-in. Check-in itu berfungsi untuk melaporkan kalau kalian jadi untuk menggunakan jasa penerbangan tersebut. Check-in counter biasanya dibuka 2 jam sebelum jam keberangkatan. Dan biasanya ditutup 45/30 menit sebelum keberangkatan. Kenapa? Menurut Indoflyer, waktu sebelum keberangkatan itu akan digunakan oleh pihak
Ini lho yang namanya Check-In Counter
airline untuk mengatur bagasi dan kargo agar seimbang, mengisi dokumen, dan loading semua keperluan selama flight seperti in-flight catering. Selain itu, ini diberlakukan untuk mencegah penumpang agar tidak terburu-buru saat boarding. Karena di beberapa airport, dari check-in counter ke boarding room jaraknya bisa lumayan jauh. Jadi, jangan coba-coba untuk telat check-in ya.

Automatic Check-In Machine
Nah, biar ga telat check-in, kalian juga bisa memanfaatkan beberapa alternatif cara check-in seperti City Check-In yang sudah tersedia di beberapa airline besar. Bisa juga memanfaatkan Web Check-In atau Mobile Check-In seperti di AirAsia. Atau memanfaatkan mesin check-in otomatis yang mulai banyak tersedia di Soekarno-Hatta.

The most important thing, atur waktu kamu seketat mungkin saat akan berangkat ke bandara. Selalu sisihkan waktu cadangan buat antisipasi kalo ada apa-apa di jalan. Perjalanan dari downtown sampai ke Soetta itu biasanya bisa makan waktu sekitar 1 jam kalo lancar. Tapi, kalo lagi peak hour, durasi akan meningkat hingga 2x lipat. :( Jadi, pastikan kalian sudah merencanakan perjalanan kalian hingga kemungkinan terburuk.

Soetta itu punya fasilitas bus bandara DAMRI yang menyediakan layanan dari bandara sampai ke beberapa titik di Jakarta. Seperti terminal Blok M, Kp Rambutan, Gambir, Pasar Minggu, dll. Ini adalah layanan shuttle ke Bandara paling murah, setidaknya sampai saat ini. Harga tiketnya berkisar mulai Rp 20rb - Rp 25rb. Biasanya berangkat setiap 30 menit dari terminal asal. Bisa dijadikan alternatif yang lumayan daripada naik taksi lho. ;)

Sekarang untuk lokasi check-in. Di Soekarno-Hatta, secara umum Terminal 1 digunakan untuk airline domestik, Terminal 2 digunakan untuk airline luar negeri serta Garuda dan Merpati, dan Terminal 3 untuk AirAsia dan beberapa flight Lion. Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa lihat di sini.

Now, take a look to the boarding pass. Gue akan ambil contoh boarding pass punya Garuda Indonesia.
Boarding Pass Garuda Indonesia
Kalian bisa lihat disitu tertera nomor tiket, 1262119812936-1. Dibawahnya, ada nomor Garuda Frequent Flyer dengan kategori Blue. Setelah itu, ada nama penumpang yaitu SUTRIADI/HIJJAZMR. Setelah itu, ada flight number dan tanggal penerbangan, GA 430 tanggal 12 Agustus. Setelahnya, ada kota destinasi yaitu LOP alias Lombok, jam boarding, pukul 10:30, dan kota asal yaitu CGK alias Cengkareng alias Jakarta. Di kolom paling bawah, tulisan F3 menandakan pesawat akan boarding dari waiting room nomor F3. Y class artinya kelas ekonomi. 30A adalah seat number yang bersangkutan. Yang stiker diatas itu yang tulisannya "Rear Row", artinya seat 30A itu ada di row belakang. Biasanya, penumpang akan dipanggil berurutan dari Rear Row, Middle Row, dan Front Row. Kenapa? Kalo Front Row dipanggil duluan, kasian yang Middle Row dan Rear Row harus berdesakan buat masuk. :))) Nah, yang harus kalian perhatikan itu adalah boarding time dan nomor gate. Kalo salah masuk gate, kalian bisa ketinggalan pesawat karena ketinggalan final call. Kalo telat boarding, kalian akan disambut dengan tatapan sinis penumpang yang lainnya. Hahahahah :p

Sekarang, in-flight. Karena pesawat adalah moda transportasi paling berbahaya, makanya safety pastinya adalah aspek yang paling ditekankan di setiap penerbangan. Kalo udah di atas pesawat, MATIKAN semua gadget yang sekiranya akan mengeluarkan radio frequency sekecil apapun. Walaupun ada flight mode, lebih baik matikan total semua gadget kamu. Perhatikan safety demo yang diperagakan oleh para flight attendant. Cek apakah pelampung sudah ada di tempatnya. Selalu melihat dimana posisi pintu darurat dan hitung jarak dari kursi kalian ke pintu darurat. Pelajari prosedur pendaratan darurat yang ada di lembar safety yang biasanya ada di saku kursi. Pastikan safety belt selalu terpasang dengan erat, apalagi saat take-off dan landing.

Nah, kalo kalian termasuk orang yang takut terbang, tenang aja bos. Kalian bisa bilang ke flight attendant kalo kalian fobia buat terbang, nah biasanya FA-nya akan berusaha nemenin kalian dan membuat penerbangan kalian senyaman mungkin. Atau, kalau kalian berani, bisa ajak ngobrol penumpang di sebelah kalian. If you're lucky, kamu akan dapet temen mengobrol selama perjalanan jadi kamu lupa dengan fobia kamu. Kalo 2 cara diatas ga ada yang berhasil, ada 1 cara lagi yang ampuh. Berdoa pada Tuhan lalu paksain buat tidur sepanjang flight. Insya Allah berhasil! :p

Oke, sekarang masalah seat. Di kelas ekonomi karena konfigurasi seat-nya adalah 3-3, kalian punya pilihan untuk duduk di Window Seat, Aisle Seat, atau seat di tengah. Biasanya sih Window Seat jadi inceran karena buat liat pemandangan. Sekarang gue tanya, pemandangan apa yang akan kalian liat di atas? :p

Kalian mau lihat apa dari atas sini?
Membosankan? Emang, makanya gue prefer aisle seat daripada window seat. :D Anyway, aisle seat juga lebih baik untuk kalian yang beser alias sering ke toilet. Kan ga usah repot minta izin buat lewat ke penumpang di sebelah lo. Nah, kalo kalian di window seat, pasti repot kan? ;)

Kalo mau landing, seperti biasa dengerin instruksi dari flight attendant dan pastikan safety belt kalian terpasang dengan sempurna. Saat kalian merasa bahwa pesawat sudah touchdown atau menyentuh tanah, jangan sekali-kali bangkit dari seat kalian sebelum ada instruksi. Tunggu sampai pesawat benar-benar berhenti dan ada pemberitahuan bahwa keadaan sudah aman untuk melepas safety belt dan turun dari pesawat. Saat turun, jangan lupa sempatkan bilang "Terima Kasih" kepada para crew yang bertugas. They gonna really appreciated that. Siapa tau kan disenyumin balik sama pramugari yang cantik kan... :3

Sekarang, silakan berjalan ke area baggage claim. Tenang aja, gausah terburu-buru. Bagasi kalian ga bakal ninggalin kalian kok. Kecuali, ada sesuatu. Kalo kalian ga bisa menemukan bagasi kalian di conveyor belt, segera cari bagian Lost and Found airline yang bersangkutan. Kalo ga ada, tanyakan kepada airport security lokasi kantor airline yang kalian pakai. Tapi, kejadian itu hampir sangat jarang terjadi. Kecuali, Anda emang sedang sial. :p

Nah, mungkin itu sedikit tips yang bisa gue share disini. Kalo kalian penasaran, kalian bisa browsing ke beberapa komunitas aviation yang terkenal di Indonesia. Salah satunya, Indoflyer dan akun Twitter-nya di @indoflyer. Happy flying, guys! :)))


Terima kasih sudah membaca! :))





LENOVO ThinkPad Edge E135 1A3 - Red

LENOVO ThinkPad Edge E135 1A3 - Red